![]() |
| http://tolomeku-doumbojo.blogspot.com |
Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetikpun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk ketika kita mencintai kematian, rindu ingin berjumpa dengan Sang Khaliq akan menjadi sesuatu yang sangat diingat.
Allah Ta’ala berfirman, “ Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu yang akan menemui kamu.” (QS. Al – Jumu’ah :8).
Maka dengan mengingat mati, ia akan semakin takut dan semakin banyak persiapan untuk mencapai saat itu dan menepati tobatnya dengan sempurna. Sebagaimana yang diriwayatkan dari Hudzaifah ra. Bahwa ketika menjelang wafat, ia berkata, “ Seorang kekasih yang datang dalam keadaan miskin. Tidaklah beruntung siapa yang menyesal. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa kemiskinan lebih kusukai daripada kekayaan, penyakit lebih kusukai dari kesehatan, dan kematian lebih aku sukai daripada kehidupan, maka mudahkanlah bagiku supaya aku berjumpa dengan-Mu.”
Ketakutan adalah alasan yang paling lumrah buat mereka yang tetap lari dari kematian. Banyak alasan kenapa harus takut, diantaranya yaitu takut berpisah dengan kehidupan dan enggan berjumpa dengan Allah.
Nabi Saw. bersabda,” Seringlah kamu mengingat pemutus kenikmatan.”
Aisayah ra. berkata, “ Ya Rasulullah, adakah orang yang dihimpun bersama para syuhada (dihari kiamat)?”
Beliau menjawab, “ Ya, orang yang mengingat mati dalam sehari semalam 20 kali.”
Nabi Saw. bersabda,” Cukuplah kematian sebagai Penasihat. “ pada suatu hari Rasulullah Saw. keluar menuju masjid. Ternyata beliau melihat orang-orang berbicara dan tertawa. Maka beliau berkata, “ Ingatlah kematian. Demi tuhan yang nyawaku berada di tanganNya, andaikata kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian sedikit tertawa dan banyak menangis. “
Kematian adalah perkara yang besar, merenung kematian dapat menjauhkan kita dari kesenangan duniawi. Untuk dari itu marilah kita merenungkan kematian dan menyiapkan amal sebagai persiapan untuk menghadapinya.
Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua.
Dari : Hafizatul Husna







waktu itu aku bingung duit gak bawa ini motor di apain, pusing sudah,,,,,,,,,, tak ada jalan lain nganterin dulu ni mtor ngomong baik baik dan berkata Saya akan bertanggung jawab 


